Suasana Menegangkan Sidang Kasus Penembakan di LP Cebongan

Posted on Jun 20 2013 - 11:41pm by cakdie
Suasana Menegangkan Sidang Kasus Penembakan di LP Cebongan
Suasana Menegangkan Sidang Kasus Penembakan di LP Cebongan
Advertisement

iBerita.com – Hari Kamis (20/6/2013) bertepatan dengan sidang perdana kasus penembakan di lapas Cebongan, Sleman Yogyakarta. Pada persidangan ini, 12 anggota Kopassus Grup II dari Kandang Menjangan Kartasura yang telah mengakui aksi penembakan mereka dihadirkan untuk menghadapi tuntutan jaksa dan mendengarkan saksi. Tak seperti kasus pidana warga sipil, persidangan ini di gelar di pengadilan militer TNI.

Para saksi yang dihadirkan di persidangan ini dilanda kecemasan lantaran ini bukan pengadilan biasa. Pengadilan yang dahulunya tertutup kini memang dapat diliput media secara terbatas. Namun nuansanya tetap menimbulkan kecemasan sejumlah saksi. Salah satunya adalah mantan Kepala LP Cebongan Sleman, B Sukamto Harto. Dirinya membenarkan bahwa sejumlah saksi mengalami trauma dan stres pasca kejadian penembakan di lapas. Mereka teringat dengan penganiayaan fisik yang sempat dilakukan kepada beberapa petugas.

Kecemasan itu semakin memuncak saat para saksi harus berhadapan dengan 12 terdakwa, dan seluruh perangkat pengadilan yang semua berasal dari militer. Hal ini menjadi beban psikologis para saksi, mengingat keterangan mereka nanti akan menjadi kunci putusan pengadilan. Bahkan karier para terdakwa pun akan dipertaruhkan dalam persidangan kali ini.

Faktor lain yang dianggap menjadi teror bagi para saksi adalah hadirnya anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan itu di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta pada hari Rabu (19/6/2013). Mereka datang ke sana untuk tujuan ziarah sebagai bentuk solidaritas kepada 12 rekannya yang akan diadili pada hari berikutnya. Aksi para anggota Kopassus itu menurut sejumlah tokoh dianggap sebagai bentuk teror mental kepada para saksi. Namun Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura Letnan Kolonel Muhammad Aidi menampik hal itu, karena kedatangan mereka murni solidaritas sosial dan mereka tidak membawa senjata apa pun.

Para saksi yang direncakan akan memberikan keterangan dalam persidangan tersebut, berharap adanya videoconference agar mereka lebih nyaman saat memberikan kesaksiannya. LPSK berencana menyiapkan fasilitas videoconference untuk para saksi yang tidak bersedia hadir dalam persidangan akibat tekanan mental yang mereka alami.

Banyak pihak yang berharap agar sidang kasus penembakan di LP Cebongan ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia agar peradilan militer yang dahulu sangat tertutup itu menjadi lebih dipercaya dan transparan untuk publik.

Share
Advertisement


Komentar