Farhat Abbas Jadi Tersangka Kasus SARA

Posted on May 25 2013 - 3:50pm by cakdie
Farhat Abbas Jadi Tersangka Kasus SARA
Farhat Abbas Jadi Tersangka Kasus SARA
Advertisement

iBerita.com – Meskipun tweet SARA dari seorang pengacara terkenal, Farhat Abbas telah dikicaukannya berbulan-bulan yang lalu kepada wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok, rupanya berbuntut panjang setelah beberapa orang yang tidak terima hal tersebut melaporkannya.

Bahkan sebenarnya Ahok sendiri sudah lupa dengan apa yang telah terjadi. Dengan santainya dia justru mengatakan bahwa dirinya merasa kasihan terhadap status tersangka Farhat. Dia justru mempertanyakan lamanya status tersangka pengacara beken itu. Ahok sendiri mengaku tak ambil pusing dengan kejadian yang telah berlalu itu.

Dalam akun twitternya @farhatabbaslaw, Farhat Abbas menyebut Ahok dengan kata Cina. Hal itu menjadi indikator bahwa Farhat menyinggung masalah etnis wakil gubernur DKI Jakarta tersebut. Kontan saja kicauan Farhat mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Puncaknya Ramdan Alamsyah yang mewakili Komunitas Intelektual Masyarakat Betawi (KIMB) dan Anton Medan yang mewakili masyarakat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya.

Kini kasus itu telah tercatat dalam laporan resmi bernomor LP/82/I/2013/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 10 Januari 2013. Farhat dilaporkan atas tuduhan Pasal 28 ayat (2) UU ITE jo Pasal 4 jo 16 UU No 40 tahun 2008. Selain itu, Anton Medan juga melaporkan Farhat dalam laporan resmi bernopol LP/86/I/2013/PMJ/Ditreskrimsus dengan tuduhan Pasal 28 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Farhat Abbas sendiri merasa bahwa pelaporan dirinya adalah tindakan yang tidak adil karena menurutnya ungkapan itu tidak menyinggung masalah SARA. Dirinya mengatakan bahwa permasalahannya sebenarnya sudah selesai karena dirinya telah meminta maaf secara langsung kepada Basuki. Namun demikian, karena dia telah dilaporkan, dirinya akan berusaha melakukan mediasi atas kasusnya tersebut.

Share
Advertisement