DPRD DKI Jakarta Ingin Lengserkan Jokowi

Posted on May 24 2013 - 11:33pm by cakdie
DPRD DKI Jakarta Ingin Lengserkan Jokowi
DPRD DKI Jakarta Ingin Lengserkan Jokowi
Advertisement

iBerita.com – Langkah Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI yang sangat fenomenal ternyata semakin membuat gerah kalangan wakil rakyat di DKI Jakarta. Namun demikian, ternayata wakil rakyat melihat peluang untuk bisa memberi perhitungan atas langkah Jokowi-Ahok tersebut. Setelah tersiar kabar mundurnya 16 rumah sakit swasta dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS), 30 orang anggota DPRD DKI mengumpulkan tanda tangan untuk hak interpelasi atau hak tanya.

Hal tersebut kontan menjadi sebuah pemicu bahwa anggota DPRD ingin melengserkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Hal ini disampaikan oleh anggota komisi E DPRD DKI Jakarta, Asraf Ali.

Namun, langkah para anggota dewan yang tergolong agresif itu hanya ditanggapi santai oleh Jokowi. Dirinya justru menganggap hal itu biasa saja, karena memang mereka para anggota dewan memiliki banyak hak, seperti hak budgeting, hak interpelasi dan sebagainya. Jokowi sangat tidak mempermasalahkan jika para anggota dewan tersebut menggunakan haknya.

Terkait masalah KJS yang mengakibatkan mundurnya 16 rumah sakit swasta akibat sistem INA CBGs yang dianggap merugikan pihak rumah sakit swasta, dirinya siap memberikan keterangan ketika nanti hak interpelasi benar-benar dilakukan oleh para anggota DPRD DKI Jakarta. Lagi-lagi dengan gaya khasnya, dia menyatakan, “Siap grak!” jika DPRD DKI Jakarta memanggil dirinya.

Seperti yang telah diketahui, karena ada masalah dengan sistem pada penghitungan INA CBGs sehingga ada 16 rumah sakit swasta yang menyatakan mengundurkan diri. Enam belas rumah sakit tersebut adalah RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, Thamrin, RS Admira RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, dan RS Restu Mulya. Namun demikian, sampai hari ini hanya 2 RS yang resmi mundur, yaitu RS Admira dan RS Thamrin.

Share
Advertisement


Komentar