Kisah di Hari ke-7 Meninggalnya Ustad Jefri Al Bukhori (Uje)

Posted on May 3 2013 - 9:52am by cakdie
Kisah di Hari ke-7 Meninggalnya Ustad Jefri Al Bukhori (Uje)
Kisah di Hari ke-7 Meninggalnya Ustad Jefri Al Bukhori (Uje)
Advertisement

iBerita.com – Seolah tak ada habisnya, duka dan ingatan masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia belum usai meskipun kini sudah sampai pada hari ke-7 wafatnya sang dai gaul, ustadz Jefri al-Buchory. Ustadz yang telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (26/4/2013) kemarin rupanya masih menjadi topik terhangat di ingatan banyak khalayak hari ini.

Di hari ke-7 wafatnya Uje, masyarakat dari berbagai daerah di tanah air menggelar doa bersama untuk arwah beliau. Mereka berdatangan ke rumah alm. Uje untuk memanjatkan doa. Tahlilan dan berbagai doa dipanjatkan untuk sang ustadz yang telah menjadi guru dan inspirasi hidup. Bahkan lalu lintas menuju rumah Uje macet menjelang peringatan di hari ke-7 wafatnya ini.

Pada Jumat (3/5/2013) dini hari ribuan warga memadati rumah almarhum di Kompleks Bukit Mas Narmada III Blok 1/11, Bintaro, Rempoa, Jakarta Selatan. Mereka khusyuk untuk mengikuti pengajian, ceramah dan doa bersama. Jemaah yang datang membludak hingga ke jalan-jalan di sekitar rumah Uje. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta, tetap juga dari luar Jakarta, seperti Bandung, Lampung dan daerah lainnya.

Bagi para pedagang, acara peringatan 7 hari wafatnya Uje ini menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Pedagang ikut menjajakan barang dagangannya di sekiutar rumah alm. Uje. Mereka menjual berbagai atribut dan busana muslim seperti baju koko, kopyah, tasbih dan sebagainya. Salah satu pedagang mengaku dagangan mereka cukup laris, bahkan hingga hari ini mereka dapat menjual 100 kopyah kepada para pengunjung yang hadir.

Para pedagang itu tetap akan berjualan di sana sampai 40 hari wafatnya Uje. Mereka mengaku semasa Uje masih hidup mereka aktif mengikuti pengajian yang diadakan oleh majelis beliau.


Advertisement
Share
Komentar