Dampak Kenaikan BBM

Posted on Apr 17 2013 - 11:37pm by cakdie
Dampak Kenaikan BBM
Dampak Kenaikan BBM
Advertisement

iBerita.com – Beberapa hari lalu telah diberitakan bahwa BBM mengalami kelangkaan dan menimbulkan antrian panjang di sejumlah SPBU di tanah air, khususnya di Jawa. Antrian truk di sepanjang jalur pantura menjadi bukti bahwa pasokan BBM bersubsidi ke SPBU di kawasan itu berkurang.

Setelah kelangkaan BBM berlalu, kini masyarakat kembali diresahkan dengan rencana kenaikan BBM yang akan digulirkan mulai bulan Mei mendatang. Pemerintah pusat telah mengumpulkan para gubernur se-Indonesia berkaitan dengan rencana kenaikan BBM bersubsidi dan sosialisasinya. Menteri Perindustrian, MS Hidayat juga mengatakan bahwa telah tercapai kesepakatan dalam rapat tersebut untuk pemberlakuan 2 harga bensin premium. Bensin premium yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor dan angkutan umum tidak dinaikkan, tetap Rp 4.500/liter. Sedangkan bensin premium yang diperuntukkan mobil pribadi harganya akan dinaikkan menjadi Rp 6.500/liter. Skemanya pun diatur sedemikian rupa  yaitu adanya pembagian porsi SPBU. Sekitar 55 persen SPBU akan menjual BBM untuk kendaraan bermotor dan angkutan umum, sedangkan yang 45 persennya akan menjual BBM bersubsidi untuk kendaraan mobil pribadi.

Berbagai opini terkait muncul atas rencana kenaikan ini. Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa rencana itu akan berpengaruh pada angka inflasi. Diperkirakan tingkat Inflasi akan berada di posisi 6,1 persen untuk satu tahun penih bila pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut. Sementara Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa adanya kenaikan itu tidak masalah asalkan ada kompensasi dengan perbaikan jaminan kesehatan dan pendidikan, salah satunya adalah adalah dengan pencabutan pajak impor alat-alat kesehatan (alkes).

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dam Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan porsi pembagian SPBU dapat mereka terima. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi pendapatan para pengusaha.


Advertisement
Share
Komentar