Pengumuman CPNS : Belum Ada Satu pun NIP K2 yang Terbit

Posted on Mar 1 2014 - 11:45am by Ip_Tiwi
Pengumuman CPNS : Belum Ada Satu pun NIP K2 yang Terbit
Pengumuman CPNS : Belum Ada Satu pun NIP K2 yang Terbit
Advertisement

iBerita.com – Meski Proses Pengumuman CPNS K2 belum selesai dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), proses pemberkasan CPNS K2 sudah dimulai. Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku lembaga yang menangani pegawa sudah mulai bertindak.

Kepala BKN Eko Sutrisno bahkan sudah mengintruksikan pada pemerindah daerah untuk mulai mengirimkan berkas permohonan Nomer Induk Pegawai (NIP) bagi honorer K2 yang sudah dinyatakan diterima. Tapi pada prakteknya, proses NIP bagi CPNS dari tenaga honorer K2 ternyata molor. Hingga saat ini, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) belum mengeluarkan NIP satupun. Rupaya masing-masing instansi butuh waktu lama untuk mempersiapkan pemberkasan NIP itu.

Seperti diungkapkan Eko, proses NIP yang butuh waktu lama ini bukan berarti mengendap di kantornya. “Tetapi memang dari masing-masing instansi belum ada satupun yang mengusulkan pemberkasan NIP,” paparnya kemarin.

Eko melanjutkan bahwa BKN sampai kemarin masih terus menunggu usulan pemberkasan NIP. Dia menjelaskan bahwa seluruh instansi, pusat atau daerah, harus benar-benar memastikan usulan tenaga honorer K-2 yang akan diproses pemberkasan NIP-nya.

“Tentu instansi harus mengecek ulang. Karena harus benar datanya dan benar orangnya,” kata dia. Pengecekan ulang itu harus dilakukan dengan teliti dan akuntabel. Sebab sebelumnya ketua BKN selaku ketua panitia seleksi nasional (panselnas) CPNS sudah mengeluarkan surat edaran khusus terkait pemberkasan NIP.

Dalam surat edaran itu disebutkan diantaranya bahwa pejabat pembina kepegawaian (PPK) harus bersedia dituntut secara pidana jika memasukkan pemberkasan tidak valid. Misalnya ada orang yang tidak sesuai kriteria honorer K-2, tetapi tetap diusulkan menjadi CPNS.

Upaya itu merupakan bentuk pencegahan terhadap potensi honorer siluman masuk menjadi CPNS. Diantara syarat mutlak disebut honorer adalah, sudah bekerja setahun per akhir 2005 lalu. Menurut informasi banyak tenaga honorer K-2 yang sudah dinyatakan lulus, tetapi nyatanya tidak sesuai kriteria. Diantaranya mereka disebut baru bekerja setelah 2005, ujar Eko pula.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto mengatakan, persoalan honorer sangat komplek dan sudah menjadi masalah nasional. “Titik berat permasalahannya ada pada proses administrasinya. Sarat dengan data palsu,” ujarnya.

Tasdik mengatakan jika penetapan tenaga honorer K-2 itu benar secara administrasi, tentu urusannya tidak akan rumit. Dia berharap seluruh honorer K-2 yang tidak memenuhi syarat, tidak diangkat menjadi CPNS. Meskipun yang bersangkutan dinyatakan lulus ujian tulis nasional beberapa bulan lalu.

Share
Advertisement