Pengumuman CPNS K2 : Lolos Tes (masih) Tidak Bisa Langsung Jadi PNS

Posted on Feb 20 2014 - 8:13am by Ip_Tiwi
Pengumuman CPNS K2 : Lolos Tes (masih) Tidak Bisa Langsung Jadi PNS
Pengumuman CPNS K2 : Lolos Tes (masih) Tidak Bisa Langsung Jadi PNS
Advertisement

iBerita.com – Meski sudah dinyatakan lolos tes CPNS untuk honorer kategori 2 (K2), ternyata belum serta merta dinyatakan langsung menjadi PNS. Karena masih ada satu tahapan lagi yang harus dilalui oleh para calon Pegawai Negeri Sipil ini.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar, Muhammad Kasim Wahab, Rabu (19/2), yang menyebutkan bahwa honorer yang lolos seleksi tertulis akan dimintai kelengkapan untuk pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP). Di pemkot Makassar tercatat 633 honorer yang dinyatakan lolos seleksi. Meskipun sudah dinyatakan lolos tes tertulis, mereka tetap diharuskan mengikuti satu tahapan lagi.

Kelengkapan pemberkasan ini menjadi syarat sebelum para honorer K2 yang lolos seleksi resmi menjadi PNS. Jika tahap ini tidak lolos, maka kelulusan mereka teracam batal. Kelengkapan pemberkasan tersebut mulai dari ijazah hingga semua SK kontraknya. Berkas administrasinya sama saat pengusulan berkas sebelumnya. Selanjutnya, dibawa ke Badan Kepegawaian Negara.

Selanjutnya, mereka akan mengikuti tahapan seleksi satu kali lagi. “Ada seleksi lagi dari Menpan. BKD Makassar masih menunggu surat resmi dari BKN. Kita belum tahu pasti apa tahapan selanjutnya. Administrasi sudah, tes tertulis juga sudah. Sisa wawancara belum,” jelasnya.

Masalah lain yang belum terselesaikan adalah honorer yang tidak lolos seleksi. Meski memang dikatakan jika masih ada kesempatan terangkat jadi tenaga kontrak melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi ternyata tidak semua honorer yang tidak lolos seleksi sebanyak 1.050 orang bisa langsung terakomodasi melalui PPPK. Mereka tetap diharuskan mengikuti seleksi lagi. Nomor induk pegawainya secara nasional, statusnya pegawai kontrak pusat. Dan mereka nantinya tetap berhak mendapatkan gaji tetap berkisar Rp2 juta plus tunjangan, cuti, dan memiliki pengembangan kompetensi.

“Minimal mereka yang lolos ini adalah potensi besar menutupi kekurangan SDM. Jadi jangan kecewa, mereka masih tetap diberdayakan,” kata Kasim.

Kasim mengaku, pemkot masih kekurangan. Jumlahnya masih dideteksi. Rencananya, Sabtu mendatang, pemkot akan menggelar tes kompetensi kepada 4.000-an orang tenaga honorer yang tidak lolos maupun kontraknya. Tes kompetensi ini, kata dia, hanya untuk mengetahui kemampuan agar lebih mudah dalam penyebaran ke SKPD yang membutuhkan. Pemkot siap membayarkan jika SK CPNS sudah terbit. Gajinya sesuai masa kerja,  jenis pendidikan, status rumah tangga, hingga jumlah anak. Jika masih kurang, akan ditambah pada perubahan APBD.

Share
Advertisement