Info CPNS : Guru Tanpa Gelar ‘Gr’ Dilarang Mendaftar CPNS

Posted on Feb 14 2014 - 7:56am by Ip_Tiwi
Info CPNS : Guru Tanpa Gelar ‘Gr’ Dilarang Mendaftar CPNS
Info CPNS : Guru Tanpa Gelar ‘Gr’ Dilarang Mendaftar CPNS
Advertisement

iBerita.com – Tuntutan PNS Guru Semakin Tinggi. Syarat CPNS untuk formasi guru semakin tinggi. Tidak cukup hanya bergelar SPd (sarjana pendidikan) saja, tetapi juga harus bergelar guru profesi (Gr).

Hal ini seperti diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, bahwa guru baru disebut guru profesi jika sudah mengantongi gelar Gr. Artinya, lulusan Fakultas Kependidikan tanpa gelar Gr, belum diizinkan untuk melamar menjadi CPNS guru. Hal ini disamakan dengan profesi dokter, yang menuntut gelar profesi dokter (dr) dan tidak bermodalkan sarjana kedokteran (SKed) saja. Tetapi, M. Nuh menyatakan jika aturan ini belum akan diterapkan pada seleksi CPNS tahun ini. Seperti diberitakan, rencananya tes CPNS tahun ini digelar antara Juni hingga Juli depan.

“Sekarang masih masa transisi. Masih banyak guru yang sudah mengajar, tetapi belum mendapat sertifikat guru profesi,” katanya.

Peraturan mengenai pelamar CPNS guru ini paling cepat baru akan diterapkan pada seleksi CPNS tahun depan. Kemendikbud ditargetkan menuntaskan sertifikasi profesi guru yang sudah mengajar tahun depan. Hal ini terkait penuntasan program profesi bagi guru yang sudah mengajar lebih dulu.

Nuh menambahkan bahwa program PPG itu boleh diikuti oleh sarjana non kependidikan. “Tahun lalu MK (Mahkamah Konstitusi, red) sudah memutuskan, bahwa sarjana non kependidikan boleh menjadi guru profesional,” tandasnya.

Nuh beranggapan jika sistem ini sama untuk lingkungan dosen. Dia menjelaskan bahwa banyak dosen yang bukan alumni fakultas kependidikan. “Bahkan di ITB itu tidak ada dosen dari fakultas kependidikan. Tetapi bisa mengajar dan mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen,” katanya.

Contohnya untuk materi matematika, lanjut Nuh, tidak ada perbedaan antara matematikanya mahasiswa kependidikan dengan matematikanya mahasiswa matematika murni (MIPA). Nah, untuk sarjana MIPA jika ingin menjadi guru tinggal memberikan materi atau ilmu kependidikan (pedagogik).

Lebih lanjut, Mantan Menkominfo itu menjelaskan standar kompetensi guru itu ada empat. Yakni standar personal, standar profesi, standar pedagogik, dan standar sosial. Untuk sarjana non kependidikan, tinggal diberi materi lagi untuk memberikan standar pedagogiknya. Pemberian suntikan materi tambahan itu dilakukan dalam skema matrikulasi. Matrikulasi ini dilaksanakan sebelum sarjana non kependidikan ini mengikuti PPG, untuk memperoleh gelar guru profesi (Gr).

Lalu apa beda PPG dengan program akta4 (yang sudah dihapus), dengan mengijinkan sarjana non-kependidikan untuk dapat mengikutinya? Setujukah anda dengan rencana program Mendikbud ini?


Share
Komentar