Usman Harun, Sekilas Sejarah Pahlawan Pengebom Singapura

Posted on Feb 12 2014 - 11:48am by Novita
Usman Harun, Sekilas Sejarah Pahlawan Pengebom Singapura
Usman Harun, Sekilas Sejarah Pahlawan Pengebom Singapura
Advertisement

Saat ini sedang ramai pemberitaan mengenai protes Singapura terhadap penamaan sebuah kapal perang anyar milik Indonesia, dengan nama Usman Harun. Singapura bahkan melayangkan surat protes resmi terhadap pemerintah Indonesia, dengan alasan penamaan kapal perang Usman Harun bisa membuka kembali luka lama dari keluarga korban bom yang jatuh kala itu.

Siapa sebenarnya Usman dan Harun yang dapat membuat Singapura seperti kebakaran jenggot saat mendengar namanya saja? Berikut sekilas sejarah pahlawan nasional RI yang meninggal di tiang gantung Singapura karena menjalankan tugas negara RI tersebut.

Siapa Usman Harun?

Kedua nama itu adalah milik dari Sersan Usman Mohamed Ali serta Kopral Harun Said. 2 anggota dari Korps Komando Operasi (KKO) yang merupakan pasukan elit di kala itu, cikal bakal dari Marinir saat ini.

Pada era tahun 1960-an, terjadi konfrontasi antara Presiden Soekarno yang menentang pembentukan Negara Malaysia yang dianggap bakal menjadi pangkalan blok Barat. Singapura yang saat itu merupakan anggota persemakmuran Inggris juga dianggap menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia.

Karenanya, beberapa anggota pasukan elit milik RI dikirim ke Singapura dan Malaysia untuk menyabotase kedua negara tersebut. Termasuk di antaranya adalah Sersan Usman dan Kopral Harun. Mereka ditugaskan melakukan pengeboman di Orchard Road, Singapura, sebagai pusat keramaian negara tersebut.

Kedua pahlawan itu pun berhasil menyusup dan meletakkan bom waktu di Mac Donald House yang menjadi kawasan perkantoran Hongkong and Shanghai Bank. Bom berhasil meledak, menewaskan 3 orang dan melukai 33 lainnya. Gedung-gedung pun hancur karena bom waktu tersebut.

Wafat di Tiang Gantung

Usman dan Harun lantas berusaha keluar dari Singapura dengan menumpang kapal-kapal dagang yang berlayar meninggalkan negara kecil itu, namun gagal. Keduanya tak hilang cara, dan berusaha lari dengan mengambil alih sebuah kapal motor kecil.

Sayangnya di tengah laut kapal tersebut mogok sehingga petugas patroli menangkap keduanya. Kedua pahlawan itu pun dijebloskan ke penjara, dan dituntut dengan hukuman gantung.

Pemerintah Indonesia lantas mencoba dengan berbagai cara hukum serta diplomasi untuk membebaskan Usman dan Harun, namun semuanya dimentahkan oleh Singapura.

Usman dan Harun wafat di bawah tiang gantungan pada 06.00 WIB 17 Oktober 1968.

Pemerintah Indonesia langsung menjemput jenazah keduanya dengan sebuah pesawat Hercules, dan memberi gelar Pahlawan Nasional pada almarhum. Jenazahnya disambut oleh sekitar satu juta lebih masyarakat Indonesia dan dimakamkan di TMP Kalibata.

Share
Advertisement


Gambar untuk "Usman Harun, Sekilas Sejarah Pahlawan Pengebom Singapura"

Komentar