INDEF: Ada Faktor Lain Yang Menyebabkan Harga Kedelai Naik

Posted on Sep 11 2013 - 12:01am by Joe08
INDEF: Ada Faktor Lain Yang Menyebabkan Harga Kedelai Naik
INDEF: Ada Faktor Lain Yang Menyebabkan Harga Kedelai Naik
Advertisement

iBerita.com – Naiknya harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat. Tidak bisa dipungkiri lagi, naiknya harga kedelai menyebabkan beberapa perusahaan temped an tahu gulung tikar. Pabrik kedua bahan makanan itu bahan dasarnya terbuat dari kedelai. Jadi wajar apabila naiknya harga kedelai membuat mereka kesulitan untuk memproduksi makanan khas Indonesia itu.

Beberapa pengamat menyebutkan bahwa melonjaknya harga kedelai tak lain dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dollar yang merupakan mata uang dunia. Ada benarnya juga, karena bagaimanapun juga, Negara Indonesia masih mengandalkan komoditi impor untuk kedelai dari beberapa negara. Sehingga wajar apabila ada pengamat yang menyebutkan bahwa salah satu asalan naiknya harga kedelai tak lain karena melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dollar.

Akan tetapi, Institute For Development Of Economic and Finance (INDEF) menyebutkan bahwa ada salah satu faktor penyebab lain yang membuat harga kedelai melonjak naik. Hal ini dikarenakan ada hal yang mengganjal dari melonjaknya harga kedelai ini, yaitu tidak sinkronnya harga kedelai di Indonesia dengan harga kedelai internasional.

Berdasarkan data INDEF, saat ini justru harga kedlai Internasional mengalami penurunan. Kedelai yang pada bulan Juli lalu seharga USD 577 per ton justru pada bulan Agustus menurun menjadi USD 523. Jadi INDEF menyimpulkan tidak ada pengaruh harga kedelai internasional dalam melonjaknya kedelai dalam negeri ini. Enny Sri Hartati yang merupakan Direktur INDEF juga menyebutkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah juga seharusnya tidak terlalu berpengaruh, karena harga kedelai internasional justru menurun. Enny menambahkan bahwa turunnya nilai rupiah 11 hingga 12% ini seharusnya masih berada dalam taraf normal karena harga kedelai internasioanl turun.

Untuk itulah Enny yang mewakili INDEF menyebutkan bahwa kemungkinan besar, naiknya harga kedelai ini juga dipengaruhi adanya oknum-oknum yang sengaja guna meraup untung dengan kejadian ini. Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat saat ini kedelai merupakan bahan mentah daripabrikan tahu maupun tempe yang tak lain adalah lauk khas orang Indonesia untuk segala kalangan.


Share
Komentar