Rekaman Sang Fotografer Menjelang Kematiannya Saat Tragedi Penembakan di Mesir

Posted on Jul 11 2013 - 12:42pm by cakdie
Rekaman Sang Fotografer Menjelang Kematiannya Saat Tragedi Penembakan di Mesir
Rekaman Sang Fotografer Menjelang Kematiannya Saat Tragedi Penembakan di Mesir
Advertisement

iBerita.com – Berita seputar tewasnya puluhan demonstran dari Ikhwanul Muslimin pendukung Presiden Mohammad Mursi sempat menjadi kontroversi karena adanya perbedaan pernyataan dari pihak Ikhwanul Muslimin dan juru bicara militer Mesir.

Namun, ada sebuah rekaman video yang sangat menggemparkan terkait peristiwa tragedi penembakan di pagi buta yang menewasakn sekitar 51 orang itu. Sebuah rekaman video seorang fotografer Mesir yang kemudian menjadi bagian dari korban tersebut memberikan penjelasan lain mengenai peristiwa yang terjadi di hari Senin (8/7/2013) itu.

Hasil rekaman sang fotografer yang bernama Ahmed Samir Assam menunjukkan kengerian bagaimana seorang tentara mesir mengarahkan senapannya tepat ke arahnya sebelum akhirnya rekaman videonya menjadi gelap dan tidak berisi apa-apa. Rekan-rekannya menemukannya dalam keadaan tewas di depan markas Garda Republik di Kairo. Ahmed adalah salah satu fotografer lepas harian al-Huria wa al-Adala.

Seperti yang dirilis dari harian The Daily Telegraph, kamera milik Ahmed diamankan oleh rekannya yang bernama Ahmed Abu Zaid yang berprofesi menjadi editor koran tersebut. Menurutnya, Ahmed tertembak kepalanya oleh seorang sniper dari atas sebuah gedung yang berdekatan dengan lokasi para pengunjuk rasa.

Lebih lanjut menruutnya, hasil rekaman kamera Ahmed akan menjadi bukti kekejaman militer Mesir sejak pagi hari itu. Di pihak militer Mesir, mereka tetap bersikukuh bahwa mereka melepaskan tembakan karena sekelompok “teroris” mencoba menyerbu markas besar mereka. Sedangkan di pihak Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa anggota merka ditembaki tanpa alasan. Dalam sebuah jumpa pers, Ikhwanul Muslimin bahkan menyebut Jenderal Abdul Fattah al-Sisi yang menjabat sebagai menteri pertahanan Mesir sebagai seorang pembunuh.

Share
Advertisement


Komentar